Apa Itu CPU dan Bagaimana Cara Kerjanya? Ceek!

Jika Anda baru belajar tentang dunia komputer dan elektronik, terminologi yang digunakan untuk merujuk ke berbagai bagian dapat membingungkan untuk dinavigasi. Satu istilah komponen yang mungkin Anda temui adalah “CPU”. CPU adalah unit dasar untuk hampir semua perangkat yang Anda miliki.

CPU, atau (Central Processing Units), bertanggung jawab untuk memproses dan menjalankan instruksi. Teruskan membaca untuk mengetahui bagaimana CPU berinteraksi dengan bagian lain dari perangkat Anda dan apa yang membuatnya begitu integral dengan proses komputasi.

Dari Apa CPU?

CPU adalah komponen inti dari apa yang mendefinisikan perangkat komputasi, tetapi itu bukan satu-satunya komponen – sekali lagi, ini hanya otak. Ini adalah chip yang diletakkan di dudukan (soket) khusus yang terletak di papan sirkuit utama (motherboard atau mainboard) di dalam perangkat. Ini jelas terpisah dari memori, di mana ia menyimpan informasi sementara. Ini juga terpisah dari kartu grafis atau chip grafis, yang menampilkan semua video dan grafik 3D di layar Anda.

CPU dibangun dengan menempatkan miliaran transistor mikroskopis ke dalam satu chip komputer. Transistor tersebut memungkinkannya membuat kalkulasi yang diperlukan untuk menjalankan program yang disimpan di memori sistem Anda. Mereka secara efektif gerbang menit yang aktif atau nonaktif, sehingga menyampaikan satu atau nol yang diterjemahkan ke dalam semua yang Anda lakukan dengan perangkat, baik itu menonton video, atau menulis email.

Salah satu kemajuan paling umum dari teknologi CPU adalah membuat transistor tersebut semakin kecil. Itu menghasilkan peningkatan kecepatan CPU selama beberapa dekade, yang sering disebut sebagai Hukum Moore .

Dalam konteks perangkat modern, desktop atau laptop memiliki Cip khusus yang melakukan banyak fungsi pemrosesan untuk sistem. Perangkat seluler dan beberapa tablet malah menggunakan System on Chip (SoC) yang merupakan chip yang berisi CPU bersama komponen lain. Intel dan AMD sama-sama menawarkan CPU dengan chip grafis dan memori yang disimpan di dalamnya juga, yang berarti mereka dapat melakukan lebih dari sekadar fungsi standar.

Apa sebenarnya yang dilakukan CPU?

Pada intinya, CPU mengambil instruksi dari program atau aplikasi dan melakukan penghitungan. Proses ini dibagi menjadi tiga tahap utama: Ambil, dekode, dan eksekusi. Sebuah CPU mengambil instruksi dari RAM, mendekode apa instruksi sebenarnya, dan kemudian mengeksekusi instruksi tersebut menggunakan bagian-bagian yang relevan.

Instruksi yang dieksekusi, atau kalkulasi, dapat melibatkan aritmatika dasar, membandingkan angka-angka tertentu bersama-sama, atau memindahkannya dalam memori. Karena segala sesuatu di perangkat komputasi diwakili oleh angka, tugas-tugas sederhana itu sama dengan apa yang dilakukan CPU. Itulah yang memfasilitasi segalanya mulai dari memulai Windows, hingga menonton video YouTube.

Dalam sistem modern, CPU tidak melakukan segalanya, tetapi masih harus memberi makan ke perangkat keras khusus nomor yang mereka butuhkan agar berfungsi. Itu perlu memberi tahu kartu grafis untuk menunjukkan ledakan karena Anda mengklik barel bahan bakar (ups), atau memberi tahu hard drive Anda untuk mentransfer dokumen Office ke RAM sistem untuk akses lebih cepat.

Inti dan Clock

Awalnya, CPU memiliki inti pemrosesan tunggal. Chip modern saat ini terdiri dari banyak inti yang memungkinkannya melakukan banyak instruksi sekaligus, secara efektif menjejalkan beberapa CPU pada satu chip. Hampir semua CPU yang dijual saat ini setidaknya memiliki dual-core, tetapi pada tingkat yang lebih tinggi, Anda akan melihat empat (quad) core, dan bahkan enam, delapan, 10, 12, dan 16-core dalam beberapa kasus.

Beberapa prosesor juga menggunakan teknologi yang disebut multithreading. Bayangkan satu inti CPU fisik yang dapat melakukan dua baris eksekusi (utas) sekaligus, sehingga muncul sebagai dua inti “logis” di ujung sistem operasi. Inti virtual ini tidak sekuat inti fisik, tetapi memiliki sumber daya yang sama. Secara keseluruhan, mereka dapat membantu meningkatkan kinerja multitasking CPU saat menjalankan perangkat lunak yang kompatibel.

Kecepatan clock adalah angka lain yang sangat diiklankan dengan CPU – angka “gigahertz” (GHz) yang dikutip pada daftar produk. Ini secara efektif menunjukkan berapa banyak instruksi yang dapat ditangani CPU per detik, tetapi itu bukan gambaran keseluruhan tentang kinerja. Kecepatan clock sebagian besar berperan saat membandingkan dari keluarga atau generasi produk yang sama. Jika semuanya sama, clock speed yang lebih cepat berarti prosesor yang lebih cepat, tetapi prosesor 3GHz dari tahun 2010 tidak akan secepat prosesor 2GHz dari tahun 2018.

Untuk chip Intel, itu berarti chip generasi kedelapan, kesembilan, atau ke-10. Anda dapat menentukan generasinya dengan nama produk. Misalnya, Core i7- 6 820HK adalah chip generasi keenam yang lebih tua sedangkan Core i5- 10 210U adalah chip generasi kesepuluh yang lebih baru. AMD melakukan hal serupa dengan CPU Ryzen-nya: Ryzen 5 2 500X adalah chip generasi kedua yang didasarkan pada desain inti “Zen” barunya, sedangkan Ryzen 9 3 950X adalah chip generasi ketiga. Kami membuat angka-angka yang menunjukkan tebal sehingga Anda dapat melihat untuk referensi di masa mendatang.

Baca Juga Informasi:

Seberapa penting CPU?

Meskipun tidak sepenting kinerja sistem secara keseluruhan seperti dulu, CPU masih memainkan peran utama dalam menjalankan perangkat. Karena ia bertanggung jawab penuh untuk menjalankan perintah dalam program, semakin cepat banyak aplikasi yang dijalankan.

Meskipun demikian, CPU yang cepat bukanlah segalanya. Sebuah prosesor, tidak peduli seberapa kuatnya, tidak dapat dengan mudah membuat game 3D terbaru, juga tidak dapat menyimpan informasi. Di situlah komponen lain, seperti kartu grafis dan memori, ikut bermain.

Singkatnya, CPU bukanlah segalanya, tetapi ini sangat penting. Secara umum, Komponen yang lebih cepat berarti sistem atau perangkat Anda akan berjalan lebih cepat. Setidaknya itu tidak akan menjadi hambatan dengan sendirinya. Beberapa inti dan utas dapat membantu Anda melakukan lebih banyak hal sekaligus.

Demikian pengertian CPU semoga membantu. Usul, Kritik, Saran, request, silahkan disampaikan di komentar. Terimakasih

Gendon Latuperisa
Suka memperbaiki barang elektronik hingga Jatuh hati pada dunia teknologi sejak 2010, terutama perkembangan kemajuan teknologi pada laptop, ponsel dan pemrograman. Dan saat ini sedang mempelajari desain UI/UX.

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

Cara membuat akun google Email baru di laptop dan Smartphone

Bagaimana cara membuat akun google baru? E-mail sebuah alat yang perlu sekarang ini untuk terhubung dengan beragam program ak di laptop maupun smartphone. Dengan sebuah...

Cara menggunakan google meet di Laptop dan Smartphone

Cara menggunakan google meet di laptop dan hp untuk Rapat online atau belajar online. Google Meet adalah layanan konferensi video Google, yang memungkinkan hingga...

Laptop 7 Jutaan bisa untuk editing video dan foto

Aktivitas sekolah online dan kerja di rumah atau work from home (WFH) sekarang ini masih bersambung. Hal ini membuat keperluan akan netbook makin bertambah....
[tdn_block_newsletter_subscribe title_text=”Want to stay up to date with the latest news? ” description=”V2UlMjB3b3VsZCUyMGxvdmUlMjB0byUyMGhlYXIlMjBmcm9tJTIweW91ISUyMFBsZWFzZSUyMGZpbGwlMjBpbiUyMHlvdXIlMjBkZXRhaWxzJTIwYW5kJTIwd2UlMjB3aWxsJTIwc3RheSUyMGluJTIwdG91Y2guJTIwSXQncyUyMHRoYXQlMjBzaW1wbGUh” input_placeholder=”Email address” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”8″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”9″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”10″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” embedded_form_code=”JTNDIS0tJTIwQmVnaW4lMjBNYWlsQ2hpbXAlMjBTaWdudXAlMjBGb3JtJTIwLS0lM0UlMEElMEElM0Nmb3JtJTIwYWN0aW9uJTNEJTIyaHR0cHMlM0ElMkYlMkZ0YWdkaXYudXMxNi5saXN0LW1hbmFnZS5jb20lMkZzdWJzY3JpYmUlMkZwb3N0JTNGdSUzRDZlYmQzMWU5NGNjYzVhZGRkYmZhZGFhNTUlMjZhbXAlM0JpZCUzRGVkODQwMzZmNGMlMjIlMjBtZXRob2QlM0QlMjJwb3N0JTIyJTIwaWQlM0QlMjJtYy1lbWJlZGRlZC1zdWJzY3JpYmUtZm9ybSUyMiUyMG5hbWUlM0QlMjJtYy1lbWJlZGRlZC1zdWJzY3JpYmUtZm9ybSUyMiUyMGNsYXNzJTNEJTIydmFsaWRhdGUlMjIlMjB0YXJnZXQlM0QlMjJfYmxhbmslMjIlMjBub3ZhbGlkYXRlJTNFJTNDJTJGZm9ybSUzRSUwQSUwQSUzQyEtLUVuZCUyMG1jX2VtYmVkX3NpZ251cC0tJTNF” tds_newsletter=”tds_newsletter1″ tds_newsletter1-input_bar_display=”” tds_newsletter1-input_border_size=”0″ tds_newsletter1-title_color=”#172842″ tds_newsletter1-description_color=”#90a0af” tds_newsletter1-disclaimer_color=”#90a0af” tds_newsletter1-disclaimer2_color=”#90a0af” tds_newsletter1-input_text_color=”#90a0af” tds_newsletter1-input_placeholder_color=”#bcccd6″ tds_newsletter1-input_bg_color=”#ffffff” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(255,255,255,0)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”rgba(255,255,255,0)” tds_newsletter1-f_title_font_family=”394″ tds_newsletter1-f_title_font_size=”eyJhbGwiOiI0MiIsImxhbmRzY2FwZSI6IjM2IiwicG9ydHJhaXQiOiIzMCIsInBob25lIjoiMzAifQ==” tds_newsletter1-f_title_font_line_height=”1.2″ tds_newsletter1-f_title_font_spacing=”-1″ tds_newsletter1-f_descr_font_family=”638″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJhbGwiOiIxOCIsImxhbmRzY2FwZSI6IjE1IiwicG9ydHJhaXQiOiIxNCIsInBob25lIjoiMTQifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.6″ tds_newsletter1-f_descr_font_weight=”700″ content_align_horizontal=”content-horiz-center” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLXJpZ2h0IjoiYXV0byIsIm1hcmdpbi1ib3R0b20iOiIxMDAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6ImF1dG8iLCJwYWRkaW5nLXRvcCI6IjkwIiwid2lkdGgiOiI0MCUiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0Ijp7Im1hcmdpbi1ib3R0b20iOiI3MCIsInBhZGRpbmctdG9wIjoiNjAiLCJ3aWR0aCI6IjcwJSIsImRpc3BsYXkiOiIifSwicG9ydHJhaXRfbWF4X3dpZHRoIjoxMDE4LCJwb3J0cmFpdF9taW5fd2lkdGgiOjc2OCwicGhvbmUiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjcwIiwicGFkZGluZy10b3AiOiI2MCIsIndpZHRoIjoiMTAwJSIsImRpc3BsYXkiOiIifSwicGhvbmVfbWF4X3dpZHRoIjo3NjcsImxhbmRzY2FwZSI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiOTAiLCJwYWRkaW5nLXRvcCI6IjgwIiwid2lkdGgiOiI2NSUiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sImxhbmRzY2FwZV9tYXhfd2lkdGgiOjExNDAsImxhbmRzY2FwZV9taW5fd2lkdGgiOjEwMTl9″ tds_newsletter1-f_disclaimer_font_family=”394″ tds_newsletter1-f_disclaimer2_font_family=”394″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”394″ tds_newsletter1-f_input_font_line_height=”3″ tds_newsletter1-f_input_font_size=”eyJhbGwiOiIxNiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTQiLCJwaG9uZSI6IjE0In0=” tds_newsletter1-f_btn_font_family=”394″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”700″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#e2687e” tds_newsletter1-btn_bg_color_hover=”#172842″ tds_newsletter1-f_input_font_weight=”” tds_newsletter1-f_title_font_weight=”800″]