Rumus Perhitungan Pesangon di Excel

Pesangon adalah uang yang diberikan kepada pekerja yang telah mengundurkan diri dari pekerjaannya atau karyawan yang dipecat. perhitungan pesangon di Excel menjadi penting untuk dilakukan agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam pembayarannya.

Untuk mempermudah perhitungan pesangon, kita dapat menggunakan software spreadsheet seperti Microsoft Excel.

Berikut adalah rumus perhitungan pesangon di Excel

Menghitung lama kerja
Rumus: =TODAY()-tanggal masuk kerja

Menghitung jumlah gaji per bulan
Rumus: =gaji per bulan x 12 bulan

Menghitung jumlah gaji per tahun
Rumus: =jumlah gaji per bulan x jumlah tahun bekerja

Menghitung pesangon
Rumus: =jumlah gaji per tahun x (persentase pesangon/100)

Menghitung total pesangon
Rumus: =pesangon x lama kerja

Dengan menggunakan rumus-rumus di atas, kita dapat dengan mudah menghitung jumlah pesangon yang harus dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri atau yang dipecat.

Catatan: Persentase pesangon biasanya diatur oleh peraturan perusahaan masing-masing.

Rumus perhitungan pesangon dalam Microsoft Excel bisa berbeda-beda tergantung dari aturan yang berlaku di perusahaan atau organisasi. Namun, rumus umum untuk perhitungan pesangon sebagi berikut:

Baca juga informasi: Cara menjumlah otomatis di excel

Berikut rincian rumus perhitungan pesangon di Excel

Jumlah pesangon = Gaji pokok x (Lama kerja dalam tahun) x (Persentase pesangon)
Dengan demikian, rumus ini dapat diterapkan sebagai berikut:

  1. Dalam sel A1, masukkan “Gaji pokok”.
  2. Dalam sel A2, masukkan “Lama kerja dalam tahun”.
  3. Dalam sel A3, masukkan “Persentase pesangon”.
  4. Dalam sel B1, masukkan jumlah gaji pokok.
  5. Dalam sel B2, masukkan lama kerja dalam tahun.
  6. Dalam sel B3, masukkan persentase pesangon.
  7. Dalam sel C1, masukkan rumus: B1B2B3.

Nantinya, hasil perhitungan pesangon akan ditampilkan pada sel C1.

Untuk lebih memahami bagaimana cara menghitung pesangon menggunakan Microsoft Excel, berikut ini adalah contoh langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Buka aplikasi Microsoft Excel dan buat sebuah lembar kerja baru.
  • Masukkan data gaji pokok, lama kerja, dan persentase pesangon pada masing-masing sel.
  • Dalam sel yang ditentukan, masukkan rumus perhitungan pesangon, seperti yang telah disebutkan sebelumnya: =B1B2B3.
  • Tekan enter untuk melihat hasil perhitungan.
  • Anda juga dapat memformat hasil perhitungan sebagai angka atau mata uang sesuai kebutuhan.

Sebagai catatan, persentase pesangon biasanya ditentukan berdasarkan aturan yang berlaku pada perusahaan atau organisasi. Jika Anda kurang yakin mengenai persentase pesangon yang berlaku, sebaiknya mengecek aturan tersebut sebelum menghitung pesangon.

Selain itu, perhitungan pesangon bisa saja memiliki kondisi tambahan, seperti:

  • Adanya masa kerja minimum untuk memperoleh pesangon.
  • Adanya peraturan tentang pemotongan pesangon pada saat terjadinya kasus keterlambatan membayar gaji atau keterlambatan mengajukan permohonan pengunduran diri.
  • Adanya peraturan tentang bagaimana menghitung pesangon bagi karyawan dengan gaji tetap dan gaji tidak tetap.

Untuk memperhitungkan kondisi-kondisi tambahan tersebut, dapat menggunakan logika IF di dalam rumus. Contohnya, rumus perhitungan pesangon dengan kondisi masa kerja minimum adalah sebagai berikut:

=IF(B2>=2, B1B2B3, 0)

Dengan rumus ini, pesangon hanya akan diberikan jika karyawan sudah bekerja lebih dari atau sama dengan 2 tahun. Jika kurang dari 2 tahun, maka pesangon akan bernilai 0.

Dengan demikian, perhitungan pesangon menggunakan Microsoft Excel dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, selama Anda mengerti rumus yang digunakan dan aturan yang berlaku.

Sebagai tambahan, Anda juga dapat menggunakan beberapa fungsi Excel lainnya seperti SUM, AVERAGE, MAX, MIN, dan lain-lain untuk membantu dalam perhitungan pesangon. Misalnya, untuk menghitung rata-rata gaji pokok karyawan, Anda dapat menggunakan rumus AVERAGE:

=AVERAGE(B1:Bn)

Di mana n adalah jumlah data gaji pokok yang ada.

Dengan menggunakan berbagai fungsi Excel tersebut, Anda dapat mempermudah dan mempercepat proses perhitungan pesangon. Selain itu, Anda juga dapat membuat laporan pesangon yang rapi dan mudah dibaca, menggunakan fitur-fitur seperti format tabel, grafik, dan pivot table.

Untuk menggunakan fungsi-fungsi Excel dan fitur-fitur lain secara optimal, disarankan untuk mempelajari manual penggunaan Microsoft Excel atau mengikuti tutorial online yang tersedia.

Masa kerja 15 tahun dapat pesangon berapa?

Untuk mengetahui jumlah pesangon yang diterima oleh karyawan setelah bekerja selama 15 tahun, kita membutuhkan informasi tambahan seperti gaji pokok dan persentase pesangon.

Rumus perhitungan pesangon adalah sebagai berikut:

Pesangon = Gaji Pokok x Lama Kerja x Persentase Pesangon

Di mana:

  • Gaji Pokok adalah gaji bulanan yang diterima oleh karyawan
  • Lama Kerja adalah masa kerja karyawan dalam tahun
  • Persentase Pesangon adalah persentase dari gaji pokok yang diterima oleh karyawan sebagai pesangon
  • Contoh: Jika gaji pokok karyawan adalah Rp 10.000.000,- dan persentase pesangon adalah 1 bulan gaji pokok per tahun kerja, maka rumus perhitungan pesangon adalah:

Pesangon = Rp 10.000.000,- x 15 x 1 bulan gaji pokok per tahun kerja = Rp 150.000.000,-

Dengan demikian, jika karyawan bekerja selama 15 tahun, maka pesangon yang diterima adalah Rp 150.000.000,-. Namun, harap diperhatikan bahwa angka ini hanya sebagai contoh dan bisa berbeda tergantung pada peraturan yang berlaku pada perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

Perhitungan pesangon 2 kali PMTK seperti apa?

Perhitungan pesangon 2 kali PMTK adalah perhitungan pesangon yang menggunakan gaji pokok bulan tertentu sebagai acuan. Dalam hal ini, PMTK (Penggajian Minimum Tahunan) adalah standar gaji pokok minimum yang diterima oleh seorang karyawan dalam satu tahun.

Rumus perhitungan pesangon adalah sebagai berikut:

Pesangon = Gaji Pokok x Lama Kerja x Persentase Pesangon

Di mana:

  • Gaji Pokok adalah gaji bulanan yang diterima oleh karyawan
  • Lama Kerja adalah masa kerja karyawan dalam tahun
  • Persentase Pesangon adalah persentase dari gaji pokok yang diterima oleh karyawan sebagai pesangon
  • Jika konsep perhitungan pesangon adalah 2 kali PMTK, maka gaji pokok yang digunakan adalah 2 kali PMTK. Contoh: Jika PMTK adalah Rp 24.000.000,- dan lama kerja karyawan adalah 10 tahun, maka rumus perhitungan pesangon adalah:

Pesangon = 2 x Rp 24.000.000,- x 10 x Persentase Pesangon

Dengan demikian, jumlah pesangon yang diterima karyawan akan berbeda-beda tergantung pada persentase pesangon yang berlaku. Harap diperhatikan bahwa angka ini hanya sebagai contoh dan bisa berbeda tergantung pada peraturan yang berlaku pada perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

Baca Juga Informasi Berikut:

Posting Komentar

© DaTekno. All rights reserved.